Wisuda Al-Qur’an MI Hidayatul Mubtadi’in: Apresiasi atas Perjuangan Menjaga Kalamullah

Wisuda Al-Qur’an merupakan momen istimewa yang menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan dan kesungguhan peserta didik dalam mempelajari, menghafal, serta menjaga Kalamullah.

Sebelum dinyatakan layak mengikuti wisuda, para peserta didik terlebih dahulu melalui proses munaqosyah (ujian hafalan Al-Qur’an) yang diuji langsung oleh LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an). Dalam proses ini, peserta diuji berdasarkan capaian hafalan, meliputi Juz 30, Juz 29, hingga Juz 28, sesuai dengan jumlah juz yang telah dipersiapkan, yaitu 2–3 juz.

Munaqosyah bukan sekadar ujian hafalan, melainkan juga bentuk evaluasi untuk mengukur kesiapan peserta didik dalam menjaga kualitas hafalan, ketepatan bacaan, serta kelancaran dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Wisuda Al-Qur’an menjadi bukti bahwa setiap ayat yang dihafalkan merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, doa, dan dukungan dari guru serta orang tua.

Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal bagi para wisudawan untuk terus mencintai Al-Qur’an, mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, serta tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan membanggakan orang tua, agama, serta madrasah.

“Bukan sekadar menghafal ayat, tetapi menanamkan Al-Qur’an di dalam hati dan menghadirkannya dalam setiap langkah kehidupan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *